Potensi bangsa kita untuk melahirkan peneliti-peneliti muda tentunya sudah tidak diragukan lagi. Kompetisi ilmiah remaja yang dilakukan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia sejak 1969 misalnya, telah berhasil melahirkan peneliti-peneliti muda berpotensi berikut berbagai temuannya. Mendorong minat siswa untuk menjadi seorang peneliti dapat dilakukan dengan cara memberi kesempatan dalam mengikuti berbabagai ajang kompetisi ilmiah.
Masih ditahun yang sama Paksi Raganata juga berhasil meraih medali emas pada Indonesian Young Scientists Competition 2011 (InaYS Competition 2011) untuk penelitian di bidang ekologi dengan judul “The Usage of Wastes of Plastic Bags for Asphalt Modification” dan akhirnya berhasil melalui seleksi nasional untuk mewakili Indonesia pada ajang International Conference of Young Scientists 2012 (ICYS 2012) yang akan diselenggrakan pada bulan April 2012 di kota Nijmegen – Belanda.
Tentunya apa yang diraih Paksi Raganata merupakan buah kerja keras dan dukungan banyak pihak, khususnya dukungan dari orang tua yang sangat besar.
Seperti kita ketahui penelitian ilmiah merupakan serangkaian aktivitas/eksperimen sesuai metode ilmiah yang dilakukan dalam rangka mendapatkan jawaban atas permasalahan yang diteliti. Penelitian Ilmiah Remaja dapat berupa aktivitas untuk mengetahui hubungan sebab akibat, pengaruh antar variabel, dan uji coba produk tertentu.
Maka memberikan kesempatan bagi para siswa untuk melakukan berbagai aktivitas ilmiah, baik di kelas, di laboratorium, maupun di perpustakaan mungkin dapat menjadi cara untuk menumbuhkan minat siswa untuk menjadi peneliti-peneliti berprestasi yang dikemudian hari mampu menerapkan hasil-hasil penelitian yang berguna bagi masyarakat.
>by admin
>by admin